Recents in Beach

Khasiat Seabuckthorn Sebagai Anti Kanker


Ekstrak seabuckthorn memiliki fungsi control dan efek penyembuhan yang signifikan pada tumor lymphocytic leukemia. Di samping itu, juga memiliki efek sitotoksik langsung pada lini sel leukemia manusia dan lini sel kanker pada lambung manusia. Juga menemukan bahwa ekstrak seabuckthorn mampu menghalangi efek karsinogenik pada senyawa nitroso N dan menghambat peran.

Efek anti kanker pada sea buckthorn selain menghilangkan efek luar yang disebabkan oleh permukaan mekanisme atau epidemi lainnya, juga menghambat sel-sel kanker dan memblokir fonem kanker secara langsung.

Peneltian neoplasma di Provinsi Gansu dengan menggunakaan minyak dan jus seabuckthorn terhadap tikus laboratorium yang menderita penyakit kanker transplasi, sarkoma, leukemia limfositik dan uji supresi kanker melanoma, menemukan bahwa kedua injeksi intraperitoneal minyak ataupun jus seabuckthorn, tetap memiliki efek penghambatan pertumbuhan tumor, dan dalam percobaan ini juga menunjukan bahwa jus seabuckthorn dapat membunuh sel kanker pada vitro, tetapi juga dapat menghambat jalur sel kanker dan sel-sel leukemia limfositik.

Insitut penelitian melakukan percobaan pada tikus dengan sari minyak seabuckthorn dan menemukan zat anti-kanker Ehrlich ascites carcinoma. Buah seabuckthorn dengan Ehrlich ascites carcinoma dapat memperpanjang umur secara signifikan.

Dengan berbagai zat-zat efektif yang diekstraksi dari buah seabuckthorn yang akan diteliti lebih lanjut untuk melawan sel leukemia pada vitro, dan menemukan bahwa berbagai komponen didalamnya memiliki sitotoksisitas terhadap sel leukemia.

Shanxi Medical Branch mempelajari efek zat aflatoksin B1 pada daun seabuckthorn terhadap kanker hati, pada percobaan makanan terhadap tikus dan hasil percobaan menunjukan bahwa penyakit hati (lesi proliferatif sel hati, lesi prakanker kanker hati) jumlahnya berkurang dan ukurannya mengecil secara signifikan.

Menunjukkan...
bahwa aflatoksin B1 yang terdapat pada daun seabuckthorn memiliki efek tertentu dalam penghambatan kanker hati.

Hasil penelitian Shanxi Medical School menunjukan bahwa hasil konsentrat dari jus seabuckthorn dapat mensimulasikan kondisi in vitro dalam lambung agar mampu menghalangi sintesis N nitroso Lynn, dibandingkan dengan konsentrat yang sama dari asam askorbat, yang juga menghalangi zat tersebut mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan bahwa seabuckthorn memiliki fungsi yang sama dengan asam akorbat.

Dalam eksperimen lain, jus seabuckthorn berperan menghalangi N- dimetil nitrosamine karsinogen pada tikus dan melindungi in vivo, dan setelah dikonfirmasi lebih lanjut, jus seabuckthorn dapat memblokir senyawa nitroso N yang menginduksi kanker dalam jumlah besar secara efektif, dan lebih baik daripada efek dari asam askorbat.

Sarjana Uni Soviet telah menemukan bahwa flavonoid seabuckthorn mengandung coumarin, isocoumarin, furanocoumarins, lignin dan polifenol, serotonin dan komponen lain yang memiliki efek anti-kanker yang komprehensif.

Sarjana China telah menggunakan ekstrak seabuckthorn dalam banyak penelitian pada hewan, dalam hasil vivo menunjukkan bahwa ekstrak seabuckthorn terhadap melanoma, leukemia limfositik, Ehrlich ascites carcinoma, tumor pada hewan memiliki efek yang pasti.

Lesi prakanker yang disebabkan oleh aflatoksin B1. Melalui praktek studi mekanisme telah menunjukkan bahwa ekstrak seabuckthorn memiliki efek anti-tumor, juga telah meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan aktivasi fagositosis makrofag, dengan begitu dapat meningkatkan aktivitas superoksida dismutase.

Hasil ini menunjukkan bahwa seabuckthorn memiliki efek anti-kanker yang pasti, ekstrak Hippophae digunakan untuk mempersiapkan terapi antikanker sekunder, obat anti-kanker sinergis, meningkatkan imunitas pasien kanker, dan mengurangi efek samping dari beberapa obat kemoterapi.

Negara produsen utama seabuckthorn di dunia seperti di Uni Soviet dan China sangat prihatin terhadap masalah efek seabuckthorn pada kanker. Menurut laporan penelitian yang berkaitan dengan efek ekstrak seabuckthorn sebagai anti-kanker di Uni Soviet, serta laporan penelitian efek seabuckthorn sebagai anti-tumor dan anti-kanker tahun ini di Russian Academy of Medical Sciences Research Center,

Institut Laboratorium Farmakologi Kanker. Ilmuwan Rusia menggunakan 10 jenis ekstrak seabuckthorn pada 5 jenis kanker tumor yang berbeda pada 105 tikus metastatis, 688 tikus baris, dan 173 tikus kecil, setelah melalui tes selektif menemukan bahwa seabuckthorn memiliki sifat toksisitas tetapi masih memiliki efek anti tumor, efeknya berbeda dalam dosis dan waktu yang berbeda.

Studi eksperimental komparatif hasil kemoterapi terpisah dengan siklofosfamid dan penggunaan seabuckthorn secara individual dengan hasil kemoterapi yang dikombinasikan dengan seabuckthorn menunjukan bahwa seabuckthorn memiliki efek resistensi yang moderat. Sebagai efek kesehatan yang besar pada penyakit, akan lebih terlihat dengan penemuan lebih lanjut.